Permainan Rakyat Tradisional Dari Seluruh Indonesia

Kring-Kringan
Kring-kringan atau secara nasional dikenal dengan petak umpet merupakan permainan yang lazim dimainkan oleh anak-anak di bali. Permainan ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan nama yang berlainan tetapi aturannya hampir mirip.

Aturan permainan :

* Permaian diikuti oleh paling sedikit 3 orang.
* 1 orang sebagai penjaga atau yang bertugas sebagai peserta yang mencari/mengejar peserta yang sembunyi.
* Sedangkan pemain lainnya bersembunyi di sekitar arena yang telah disepakati.
* Ketika peserta sembunyi penjaga harus menutup mata dan mulai menghitung sampai dari satu sampai sepuluh.
* Setelah hitungan ke sepuluh penjaga boleh membuka mata dan mulai melakukan pencarian peserta yang sembunyi.
* Ketika penjaga berhasil menangkap salah satu peserta yang sembunyi maka penjaga di gantikan oleh peserta yang ditangkap paling pertama.



Untuk menentukan yang menjadi penjaga pertama kali dapat diundi dengat suit.

Meong-meongan
Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali diiringi dengan nyanyian lagu meong-meong. Permainan ini menggambarkan usaha dari si kucing atau dalam bahasa bali disebut meng untuk menagkap si tikus atau bikul.

Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih dimana 1 orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meng (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meng dengan cara membentuk lingkaran kemudian si bikul berada di dalam lingkaran sedangkan meng berada di luar lingkaran. Meng akan berusaha masuk ke dalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meng masuk ke dalam lingkaran. Si meng baru boleh menangkap si bikul ketika lagu sudah pada kata-kata juk-juk meng juk-juk kul.

Gasing

Permainan gasing hampir terdapat di seluruh wilayah di Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berusia 7-17 tahun, bisa dilakukan perorangan maupun beregu. Gasing biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa dengan bagian yang lancip di bagian bawahnya. Permainan ini bersifat kompetitif, mengadu ketangkasan dan keterampilan dalam memutar gasing.

Ular Naga

Permainan berkelompok yang dimainkan oleh minimal 4-5 orang, 2 orang sebagai pembuat gerbang (kiri-kanan), yang lainnya netral berbaris melingkar membentuk angka 8 melewati gerbang yang di buat. Anak yang tepat berada di tengah-tengah gerbang pada saat lagu berakhir akan di tutup dan di berikan pilihan rahasia untuk bergabung dengan kelompok gerbang kiri atau gerbang kanan. Siapa yang pengikutnya paling banyak dia lah yang menang, dan yang kalah harus menangkap orang yang paling belakang dari lawannya. (Maaf kalau bahasanya kurang tepat) 

Lagu untuk permainan Ular Naga: 

5 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 3 0 0 0 

Ular naga panjangnya, bukan kepalang 

6 6 6 7 i 7 2 i 6 i 7 6 5 0 0 0 

Menjalar-jalar selalu kian kemari 

4 4 4 4 6 0 5 4 3 2 3 4 5 0 0 0 

Umpan yang lezat, itulah yang di cari 

6 i 7 6 5 0 2 4 3 0 2 0 1 

Ini dianya, yang ter be la kang 


Dalam lingkungan permainan anak-anak di Bali permainan ini juga di kenal dengan nama Curik-Curik. 

Lagu untuk permainan curik-curik: 

3 5 3 5 0 3 5 3 3 3 3 3 1 2 3 2 2 2 3 5 0 3 2 1 

Curik-curik semental layang layang boko boko, tiang meli po_h-e, 

3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 1 1 1 1 

aji satak aji satu_s ke_peng, mara bakat anak bagu_s pe_ceng, enjok-enjok


Benteng-bentengan/pal-palan/pris-prisan

permainan terdiri dari 2 kelompok, inti dari permainan ini adalah banyak2an siapa yang berhasil menduduki benteng lawan ( dengan simbolnya menyentuh benteng lawan ). Setiap team akan menjaga bentengnya benteng ( bentuk dan bendanya terserah, biasanya tiang listrik, pohon, tembok, dll ) sekaligus menyerang benteng lawan. Setiap penyerang yang sudah jauh meninggalkan bentengnya, akan bisa ditangkap oleh penjaga, dan jika tertangkap penyerang akan menjadi tawanan. Dan harus di selamatkan oleh kawannya untuk bisa bermain lagi. kelompok yang berhasil lebih banyak mendudukin benteng lawan, itu lah yang menang.

EGRANG
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya. 


BOY-BOYAN
BOY-BOYANadalah Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.

 Galasin

inti nya : Permainan ini terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Inti permainannya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir. Biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis. Kalo udah maenan ini bisa sampe keringetan deh.

Keterangan:
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

Manfaat :

* Meningkatkan kemampuan fisik.
* Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.

* Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik

dampu
Inti permainan ini adalah mengadu kekuatan biji karet. Dulu biji karet dijual dengan harga 25 rupiah – 100 rupiah. Kadang juga dijadikan ajang taruhan kecil-kecilan

keterangan lebih lanjutnya :

DAMPU
Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah baik laki-laki maupun perempuan. Main dampu tidak membutuhkan peralatan yang harus dibeli, cukup dimainkan di tanah lapang dengan membuat petak-petak di permukaan tanah sesuai dengan bentuk yang disepakati baik menggunakan kapur atau pecahan genting atau apapun.

Alat lain yang digunakan adalah benda pipih seperti batu, pecahan genting, tutup botol yang digepengkan dan lain-lain sebagai biji. Inti permainannya adalah melempar batu pipih ke dalam kotak dengan tidak boleh keluar atau mengenai garis batas kotak, lalu melompat-lompat dengan satu kaki dalam kotak yang tidak berbatu tanpa boleh menginjak garis dan batu peserta lain. Setelah berputar anak harus mengambil batu dengan tetap bertumpu pada satu kaki lalu melompat kembali sampai ke garis awal.

Manfaat :

* Melatih keseimbangan tubuh.
* Melatih kemampuan reka visual.
* Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).

* Meningkatkan kemampuan diferensiasi tekstur berdasarkan indera perabaan.





0 comments:

Post a Comment