Belanjalah di RAStore

Belanjalah di RAStore
Murahnya sampai cocok dijual lagi
Showing posts with label KIMIA Kelas XI IPA Semester 1. Show all posts
Showing posts with label KIMIA Kelas XI IPA Semester 1. Show all posts

Cara Menentukan Bilangan Kuantum dengan Mudah dan Cepat


Mungkin anda yang masih belum faham dan mengerti tentang Cara Menentukan Bilangan Kuantum Utama (n), cara Menentukan Bilangan Kuantum Azimuth (l), cara Menentukan Bilangan Kuantum Magnetik (m), dan cara Menentukan Bilangan Kuantum Spin (s). Disini saya akan mengajari anda. 

Sebelum anda memahami bab ini, anda harus faham Tentang Aturan Konfigurasi Elektron : Prinsip Aufbau, Aturan Hund, dan Larangan Pauli.

Disini saya beri 1 contoh soal, agar lebih mudah dimengerti

Soal :
17Cl 

Cari Konfigurasinya terlebih Dahulu
17Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
Karena keempat bilangan kuantum itu ditentukan dari konfigurasi elektron yang paling terakhir, maka kita ambil konfigurasi yang terakhir yaitu 3p5
Maka :
(n) = 3
"hah? kenapa bisa 3 sih?"
Iya, gini, gampangannya 3p5 itu kan ada angka 3 (yang berwarna merah) yang di paling depan itu, ambil aja dari situ.
"klo, 2p6 , berarti B.K. utamanya 2 donk?
"Ya, bener banget"
"klo 4s2 , n = 4 ?
"Iya, pinter.." :)

Struktur Atom


STRUKTUR ATOM

Teori atom berdasarkan mekanika kuantum dirumuskan oleh Werner Heisenberg dan Erwin Schrodinger. Selain itu, sumbangan pemikiran terhadap teori ini diberikan juga oleh Paul Dirac, Max Born, dan Pauli. Keunggulan teori atom mekanika kuantum dapat menjelaskan materi berskala mikro seperti elektron dalam atom sehingga penyusunan (keberadaan) elektron dalam atom dapat digambarkan melalui penulisan konfigurasi elektron dan diagram orbital.

A.   TEORI ATOM MODERN
1.    Teori Atom Bohr
Sebagaimana telah Anda ketahui, teori atom Bohr didasarkan pada
empat postulat sebagai berikut :
F   Elektron-elektron dalam mengelilingi inti atom berada pada tingkat-
tingkat energi atau orbit tertentu. Tingkat-tingkat energi ini dilambangkan dengan n=1, n=2, n=3, dan seterusnya. Bilangan
bulat ini dinamakan bilangan kuantum


Menurut Bohr, elektron berada pada tingkat energi tertentu. Jika elektron turun ke tingkat energi yang lebih rendah, akan disertai emisi cahaya dengan
spketrum yang khas.

Teori Mekanika Kuantum



Kegagalan teori atom Bohr dalam menerangkan spektra atom hidrogen dalam medan magnet dan medan listrik, mendorong Erwin Schrodinger mengembangkan teori atom yang didasarkan pada prinsip-prinsip  mekanika kuantum. Teori atom mekanika kuantum mirip dengan yang diajukan oleh model atom Bohr, yaitu atom memiliki inti bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan negatif. Perbedaannya terletak pada posisi elektron dalam mengelilingi inti atom.
Menurut Bohr, keberadaan elektron-elektron dalam mengelilingi inti
atom berada dalam orbit dengan jarak tertentu dari inti atom, yang disebut jari-jari atom (perhatikan Gambar 1.4). Menurut teori atom mekanika kuantum, posisi elektron dalam mengelilingi inti atom tidak dapat diketahui secara pasti sesuai prinsip ketidakpastian Heisenberg. Oleh karena itu, kebolehjadian (peluang) terbesar ditemukannya elektron berada pada orbit atom tersebut. Dengan kata lain, orbital adalah daerah kebolehjadian terbesar ditemukannya elektron dalam atom.
Menurut model atom mekanika kuantum, gerakan elektron dalam mengelilingi inti atom memiliki sifat dualisme sebagaimana diajukan oleh de Broglie. Oleh karena gerakan elektron dalam mengelilingi inti memiliki sifat seperti gelombang maka persamaan gerak elektron dalam mengelilingi inti harus terkait dengan fungsi gelombang. Dengan kata lain, energi gerak (kinetik) elektron harus diungkapkan dalam bentuk persamaan fungsi gelombang.
Persamaan yang menyatakan gerakan elektron dalam mengelilingi inti atom dihubungkan dengan sifat dualisme materi yang diungkapkan dalam bentuk koordinat Cartesius. Persamaan ini dikenal sebagai
persamaan Schrodinger.
Dari persamaan Schrodinger ini dihasilkan tiga bilangan kuantum,
yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut(l), dan bilangan kuantum magnetik(m). Ketiga bilangan kuantum ini merupakan bilangan bulat sederhana yang menunjukkan peluang adanya elektron di sekeliling inti atom. Penyelesaian persamaan Schrodinger menghasilkan tiga bilangan kuantum. Orbital diturunkan dari persamaan Schrodinger sehingga terdapat hubungan antara orbital dan ketiga bilangan kuantum tersebut.